Aktivitas untuk Menanamkan Empati Pada Anak Anda

Aktivitas untuk Menanamkan Empati Pada Anak Anda


Empati dimiliki anak-anak secara alami, tapi kita perlu menanamkan dan mengembangkannya.
Berikut ini beberapa aktivitas empati yang dapat Anda lakukan bersama anak untuk menanamkan perasaan empati

Beri Label pada perasaan yang berbeda
  • Tuliskan situasi sulit pada sebuah kartu dan berikan kepada anak Anda. Anak akan lebih mudah mempelajarinya bila Anda dapat memberikan contoh situasi nyata dalam kehidupan yang mungkin dialami anak di  sekolah atau dilihatnya pada orang lain.
  • Tulis skenario dimana anak melihat seseorang di-bully atau anak sendiri mengalaminya atau justru anak membully seseorang
  • Jelaskan  bahwa situasi dalam skenario itu dapat membangkitkan sebuah perasaan yang sangat kuat. Tanyakan kepada anak Anda, perasaan apa yang timbul dalam pikirannya ketika membaca situasi yang disebutkan dalam skenario itu. bila anak tidak mampu menyebutkan emosi yang dirasakannya, bantu dengan menyebutkan kata-kata seperti marah, takut, khawatir, dipermalukan, frustrasi dan lain-lain
  • Katakan kepada anak bahwa tidak apa-apa mempunyai perasaan seperti itu, tapi ia tidak boleh bereaksi dengan keras atau gresif. Jangan membully orang lain. Anak Anda harus berteman dengan orang itu atau menghindarinya


Berbeda itu baik
  • Gunakan aktivitas ini untuk menunjukkan kepada anak bahwa setiap orang tidak sama dan tiap orang berbeda satu sama lain.
  • Mintalah anak Anda untuk mengidentifikasi perbedaan pada dua orang yang ia kenal
  • Sebuah contoh sederhana yang dapat Anda gunakan: seorang teman sekelasnya dapat berlari cepat sekali, sedangkan teman yang lain sangat lambat, anak Anda suka menggambar dan mewarnai, sedangkan kakaknya suka bermain dengan balok-balok atau melempar bola, teman anak Anda tubuhnya tinggi, sedangkan anak Anda lebih pendek.
  • Katakan kepada anak Anda bahwa tiap orang berbeda satu sama lain dan itu adalah hal yang baik.
  • Tanyakan kepada anak Anda, bila semua orang mempunyai perasaan yang sama, apakah itu akan terasa menarik atau membosankan?
  • Jelaskan bahwa tidak apa-apa bila ia tidak sependapat dengan apa yang sikatakan atau dilakukan orang lain, bahkan  baik bila ia mempunyai opini yang berbeda dengan mereka. Tapi  juga penting untuk saling memahami dan menghormati.

 Bagaimana membantu orang lain merasa lebih baik
  • Tanyakan banyak hal kepada anak Anda untuk mengajarkannya berempati kepada orang lain
  • Tanyakan bagaimana ia dapat memahami perasaan orang lain. berikan petunjuk bila anak tidak dapat menjelaskan bagaimana untuk melakukannya.
  • Tanyakan bagaimana anak mengidentifikasi tanda-tanda dan membacanya ketika seseorang tersenyum, menangis, bila seseorang dijauhi teman-temannya dan duduk sendirian, bila seseorang tampak ketakutan, dsb.
  • Bila anak Anda sudah dapat menidentifikasi ekspresi atau perasaan yang dialami orang lain, tanyakan apa yang menurutnya dapat dilakukannya untuk membuat orang itu merasa lebih baik. Beberapa hal yang dapat dilakukan anak adalah menepuk punggung, memeluk, berbicara atau bertanya apakah ia dapat melakukan sesuatu untuk membuat mereka merasa lebih baik.

Jangan lakukan hal yang kamu tiak ingin dilakukan orang lain pada dirimu.
  • Aturan sederhana yang dapat dipelajari anak Anda adalah perilaku anak Anda kepada orang lain adalah sama dengan yang diharapkan anak Anda dari orang lain. misalnya, anak Anda tidak suka bila seseorang mengatakan bahwa ia bukan orang yang menyenangkan. Dengan cara yang sama, anak Anda tidak boleh mengatakan bahwa seseorang tidak menyenangkan.
  • Bila perlu, Anda dapat meminta anak Anda menulis hal-hal yang menurutnya akan menyakiti perasaannya bila dilakukan orang lain pada dirinya. Minta anak membacanya dan mengingat bahwa hal-hal itu tidak boleh dilakukannya kepada orang lain.

Mengajarkan empati kepada anak Anda adalah karaktwrisitik kunci yang akan membantu anak di masa mendatang. Hal itu akan membentuk dasar bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain dan bagaimana perilaku orang lain kepadanya. Pastikan Anda mengikuti prinsip yang sama dengan perilaku Anda kepadanya dan orang lain, karena anak Anda akan menyerap pelajaran pertama dari Anda

Sumber: http://www.momjunction.com
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar